[Kelas 1-on-1] Ayam Bakar Goes Digital

Beberapa saat yang lalu saya mendapatkan kesempatan untuk membimbing seorang pengusaha ayam bakar yang cukup terkenal pada jamannya, nama beliau adalah pak Firdaus. Beliau sengaja mendaftar untuk kelas 1-on-1 yang saya tawarkan untuk kalangan terbatas dengan topik “belajar strategi digital untuk bisnis kecil” dengan harapan bisa lebih mendalami digital untuk shifting bisnis ayam bakarnya yang terancam gulung tikar walau dalam kondisi yang masih banyak permintaan sebenarnya. Apa yang terjadi? Mari kita bahas 

Pak Firdaus adalah generasi kedua pengelola “Ayam Bakar Firdaus” ini, maaf karena beliau tidak ingin branding aslinya diangkat dulu pada saat ini maka saya menyebutnya dengan sebutan “Ayam Bakar Firdaus” untuk mempermudah. Sebelumnya Ayam Bakar Firdaus ini dibangun dan dijalankan oleh ayah dari pak Firdaus mulai dari tahun 80an sampai akhirnya sang ayah meninggal dunia dan terjadi gunjang-ganjing pada restoran Ayam Bakar Firdaus ini. Gunjang-ganjing tersebut disebabkan karena adanya pembagian warisan dimana pak Firdaus mewarisi bisnis Ayam Bakar dan kakak beliau mewarisi tanah tempat si restoran berdiri. Dan pada satu saat sang kakak bermaksud untuk menjual tanah tersebut. Pada kesempatan tersebut pak Firdaus hampir saja menutup usaha Ayam Bakar Firdaus yang legendaris tersebut sampai akhirnya salah seorang teman baik beliau yang kebetulan pernah ngobrol panjang dengan saya menyarankan beliau untuk mengikuti kelas 1-on-1 karena menurutnya Ayam Bakar Firdaus tersebut

Cerita tersebut di atas saya dapatkan saat saya bertemu dengan pak Firdaus sebelum akhirnya beliau setuju untuk ikut rangkaian kelas 1-on-1.

Pada kelas 1-on-1, saya mencoba membuka mata pak Firdaus bahwa pada saat ini pasar lebih terbuka dengan teknologi digital sehingga sebetulnya bila sebuah bisnis bisa memanfaatkan teknologi digital dengan baik maka keberadaan digital  bisa memperlebar cakupan pasar sampai dengan  mensubtitusi keberadaan venue fisik juga jika branding si produk cukup kuat.

Saya memberikan contoh bagaimana kehadiran layanan pesan antar menggunakan kombinasi Go-Jek dan Go-Pay membuat usaha makanan rumahan bisa hidup tanpa harus berinvestasi pada bangunan fisik restoran yang tentu saja nilainya cukup besar.

Saya juga menjelaskan pada beliau pemanfaatan media sosial dan online messenger seperti Whatsapp, Line yang bisa menghidupkan sebuah layanan/produk dikepala banyak orang sehingga bisnis mereka bisa jalan.

Lalu apa yang beliau dapatkan saat mengikuti sesi 1-on-1 dengan saya? Selain pembukaan wawasan, saya juga mengajarkan bagaimana step-step yang harus diambil untuk bisa mulai pindah ke digital. Faktor-faktor apa saja yang harus dipersiapkan. Struktur internal seperti apa yang harus disiapkan, misalnya apakah Ayam Bakar Firdaus perlu tim media sosial sendiri? Dan juga betapa pentingnya memiliki pandangan digital marketing yang solid, kebetulan bagian ini hendak dijalankan sendiri oleh pak Firdaus sekalian mempelajari market yang hendak ia sasar di dunia digital ini.

Saya bilang ke pak Firdaus bahwa modal utama yang membuat Ayam Bakar Firdaus untuk bisa take off kembali di dunia digital adalah branding yang memang sudah lama terbentuk dan kuat. Masyarakat masih belum lupa betapa enaknya Ayam Bakar Firdaus, hanya saja sekarang untuk mendapatkannya harus diajarkan cara baru.

Di akhir sesi, akhirnya pak Firdaus memutuskan untuk meminta saya mengajarkan beberapa staff Ayam Bakar Firdaus untuk bisa mengimplementasikan apa yang ia dapatkan pada kelas 1-on-1 yang pak Firdaus ikuti.

[Instruktur: Abang Edwin SA]


Kelas 1-on-1 adalah sebuah kelas privat untuk belajar tentang segala hal tentang digital. Kelas ini ditujukan untuk orang-orang yang ingin belajar sungguh-sungguh tentang digital dengan implementasinya pada bisnis yang ingin mereka jalankan.

Diawal peserta akan diberikan waktu untuk berkonsultasi, lalu pengajar akan meramu materi pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan si peserta berdasarkan hasil konsultasi tersebut. Durasi satu sesi kelas 1-on-1 ini biasanya setengah hari (+/- 4 jam) dan bisa dieksten berdasarkan persetujuan dari peserta (karena hitungannya adalah per sesi).

Peserta akan dibimbing sampai mencapai pemahaman yang cukup dan diberikan kebebasan untuk melanjutkan ke topik-topik pendalaman lainnya yang ada di kelas umum (5 peserta) atau kelas 1-on-1 lainnya dengan topik yang nantinya bisa ditentukan lebih lanjut.

Pilihan lainnya setelah kelas 1-on-1 selesai adalah peserta bisa memilih jasa consulting kami untuk mendapatkan bimbingan dengan pendampingan sampai tercapainya tujuan yang diinginkan.

2 thoughts on “[Kelas 1-on-1] Ayam Bakar Goes Digital”

  1. Nice bang, salah satu temen kita Ranum juga pernah mempopulerkan bebeknya via socmed dan cukup sukses sebetulnya. Tapi memang harus full time ngurusnya, kalau enggak bakal teronggok (padahal yang minat sangat banyak) hihihi

    1. Betul mas…..memang sebaiknya ada dedicated person/team yang menghandle urusan digital ini. Saya pun memberikan saran yang sama terhadap pak Firdaus 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.