Membangun Peran Digital dalam Sebuah Perusahaan

Beberapa saat yang lalu saya diundang ngopi-ngopi dan ngobrol plus diskusi secara informal dengan teman-teman dari Putera Sampoerna Foundation (PSF), sebuah perusahaan yang dikenal sebagai perusahaan berbasis social-business. PSF ini sedang melakukan adjustment dalam menjalankan bisnis mereka, antara lain merubah persepsi masyarakat yang masih banyak menganggap PSF sebagai sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang pemberian beasiswa ke PSF sebagai perusahaan berbasis social business dan juga mereka mulai memasukkan unsur digital kedalam sendi-sendi pergerakan bisnis mereka. 

Tantangannya cukup besar, yaitu mengubah persepsi keluar (masyarakat) dan juga kedalam perusahaan dimana masih banyak karyawan mereka yang masih menganggap digital sebagai atribut tambahan yang digunakan jika dibutuhkan saja.

Dalam perbincangan dengan tim digital PSF yang ada dibawah salah satu bagian di PSF yang namanya Centralized Marketing & Communication (CMC), saya sempat berbagi tentang membangun pemahaman pentingnya digital sehingga secara fundamental jadi lebih mudah untuk menyikapi perkembangan yang ingin dilakukan.

Digital bukan lagi sebuah bagian yang hanya digunakan jika dibutuhkan namun sudah jadi bagian yang terintegrasi dalam setiap marketing initiative ataupun PR initiative. Belum lagi jika perusahaan mengalami krisis yang banyak terjadi di dunia online, akan sangat repot jika bagian PR si perusahaan (yang secara otomatis harusnya akan langsung take lead on this) belum terlalu memahami dunia digital dan online.

Bagian digital PSF sendiri sudah punya rencana yang cukup progresif utk membangun pemahaman secara menyeluruh di perusahaan mereka dengan menyelenggarakan sharing session secara berkala sehingga para karyawan bisa lebih memahami dunia digital dimasa yang tidak lama lagi.

Banyak orang yang berpendapat bahwa jika sebuah perusahaan sudah punya bagian digital, maka mereka tidak perlu lagi belajar tentang digital. Ini pemahaman yang sangat keliru. Online dan digital akan jadi tools yang default bagi semua kegiatan apapun. Sama saja dengan email…..jika Anda menganggap email itu bagian dari digital (misalnya) lalu apakah Anda akan menganggap pekerjaan mengirim email itu jadi tugas bagian digital?

Digital itu sudah jadi platform dimana semua orang sudah harus mulai bisa at least menggunakannya. Lalu bagian digital apa dong kerjaannya? Biasanya bagian digital akan bicara tentang guidelines, digital policy, membantu pihak-pihak terkait untuk membuat strategy digital dalam menjalankan inistiatif apapun (Marketing, PR, Sales, HR, etc etc). Hal ini yang banyak belum dipahami oleh perusahaan-perusahaan yang baru mulai masuk ke dunia digital.

Akhir kata, saya cuman ingin mengingatkan bahwa suka atau tidak suka cara kita melakukan kehidupan dan pekerjaan akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan kita memahami bagaimana digital bekerja. Dengan cara seperti itu maka kita bisa survive di kehidupan dan pekerjaan kita 🙂


Bangwin Consulting memiliki layanan konsultasi dengan fokus end-to-end pada digital. Yaitu dimulai dengan layanan training/kelas yang bervariasi dan sangat fleksibel untuk disesuaikan dengan kebutuhan. Lalu layanan inti, yaitu consulting/konsultasi, dimana kami bersikap sebagai konsultan yang terbiasa untuk mengidentifikasi terlebih dahulu apa yang dibutuhkan lalu memberikan solusi yang tepat sasaran.

Pekerjaan yang kami tangani tidak hanya yang bersifat penanganan kasus namun juga membantu pengembangan bisnis perusahaan yang berkaitan dengan teknologi digital serta juga pelatihan & pembimbingan. Silahkan kontak kami di sini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.